Warning: getimagesize(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for cdn.sunaonako.my.id failed: Name or service not known in /home/sunaonak/public_html/wp-content/plugins/easy-social-share-buttons3/lib/modules/social-share-optimization/class-opengraph.php on line 611

Warning: getimagesize(https://cdn.sunaonako.my.id/wp-content/uploads/2022/08/CDN-Quic-Cloudflare-Wordpress-Setting-1200-×-788px.png): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for cdn.sunaonako.my.id failed: Name or service not known in /home/sunaonak/public_html/wp-content/plugins/easy-social-share-buttons3/lib/modules/social-share-optimization/class-opengraph.php on line 611
Panduan Integrasi DNS Quic Cloud di Cloudflare Wordpress Fix

Panduan untuk menggunakan cloudflare dan Quic.cloud CDN sekaligus pada website – Kebetulan web hosting saya memiliki web server yang menggunakan litespeed. Dan kebetulan litespeed entreprise mempunyai kerja sama dengan salah satu penyedia jasa Content Delivery Network yang relatif baru, quic cloud inc, namun dilihat dari fitur dan konsep caching, it’s worth to try. Apalagi jika kamu memakai CMS WordPress dan layanan hosting kamu memakai litespeed server, yang mana ada gratis kredit untuk quic.cloud.

Perlukah kita menggunakan quic.cloud dan cloudflare bersamaan? (Case Penggunaan banyak CDN Services)

Alasan mengapa saya menggunakan quic.cloud karena dapat memaksimalkan potensi plugin lscache sehingga secara signifikan meningkatkan performa wordpress terutama pada website wordpress yang dihosting di litespeed server. Tapi, sebelum saya jelaskan tahapan konfigurasi cloudflare dan quic.cloud, sebenarnya perlukah menggunakan dua CDN sekaligus?

Menurut quic.cloud sendiri, tidak menyarankan menggunakan menggunakan CDN service tambahan. Alasannya, akan menambah jarak pengiriman konten dinamis. Seperti kita tahu, Cloudflare versi gratis tidak support penyimpanan konten dinamis, hanya konten statis. Bagi tim nako yang tidak paham, simplenya konten dinamis adalah konten yang isinya beda-beda antara pengunjung.

Nah cara kerja CDN service adalah menyimpan konten di Edge (ujung), lokasi penyimpanan paling dekat dengan pengunjung web kamu. Untuk pemahaman lebih detail, akan saya sampaikan di materi AWS ke depannya (jika ada waktu dan banyak yang minat). Tetap follow dan subscribe mail list ya agar tidak ketinggalan update terbaru.

Apakah menggunakan banyak CDN services seperti quic.cloud dan cloudflare bersamaan performanya lebih baik?

Jawabannya, belum tentu, semua tergantung situasi, misal kalau websitemu banyak konten dinamisnya gunakan quic.cloud berbayar, kalau websitemu dihosting bukan di litespeed, caching dinamis lebih baik pakai cloudflare saja yang berbayar (cloudflare apo).

Tahapan menerapkan Quic.cloud dan Cloudflare yang benar, cara kerja yang baik seperti ini guys

Secara garis besar alur ketika pengunjung mengakses konten website jika kita menggunakan quic.cloud dan cloudflare sekaligus :

is it good to use more than one caching delivery CDN? Case Study Quic.cloud and Cloudflare

Jadi, bahkan sebelum ada pengunjung, websitemu akan terus di crawl oleh cdn service dalam beberapa interval, tujuannya untuk menyalin dan menyimpan beberapa bagian konten yang bisa disalin ke data center dari CDN service. Sehingga ketika pengguna mengakses website, misal user tersebut berada di Jepang dan websitemu ada di Indonesia, user dari jepang tentu akan lebih cepat mengakses salinan websitemu yang sudah disimpan di data center di Jepang. Proses penyalinan ini dinamakan caching.

Sayangnya, cloudflare (free) hanya menyediakan caching untuk konten statis. Sehingga akan banyak copy yang fails sehingga hanya memperpanjang proses untuk mendapatkan konten karena user setelah ke Cloudflare harus ke CDN milik Quic.cloud untuk mendapatkan konten yang gagal diakses di Cloudflare.

Tetapi ada solusi untuk ini, bagaimana kalau konten statis hanya dihandle di Cloudflare dan Quic.cloud menghandle konten dinamis?

Menurutku solusi ini cukup bagus karena jumlah data center cloudflare jauh lebih banyak jadi lebih pasti untuk dekat dengan user dan biasanya, website akan meloading konten statis terlebih dahulu sambil menunggu “pengiriman” konten dinamis yang biasanya sangat cepat jika konten dinamis nya dihandle quic.cloud (cek dari gtmetrix).

Nanti setelah kita setting dengan benar, alur serving kontennya akan menjadi seperti ini:

Nah di tutorial kali ini kita akan melakukan konfigurasi yang benar untuk menggunakan dua provider CDN management persis seperti gambar di atas. Tahapannya dapat dibagi seperti ini:

  1. Hubungkan quic.cloud ke wordpress
  2. Atur DNS agar mengarah ke quic.cloud query untuk domain yang diintegrasikan quic.cloud
  3. Buat subdomain untuk caching konten statis di cloudflare

Join our list

Subscribe to our mailing list and get interesting stuff and updates to your email inbox.

Thank you for subscribing.

Something went wrong.


Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

Unfortunate
0
Unfortunate
Meh
0
Meh
Wahaha
0
Wahaha
Nin nin
0
Nin nin
nakomin

Believe at the heart of BNRS

Here you will find content about developers needs whether it’s coding tutorials or the lifestyle of employee in the IT circle, understanding of the realm of ui/ux and futuristic tech for free in one place. Don’t forget to follow the nakotek socials to give the author enthusiasm in pioneering this website. #wahahaforever

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *