{"id":2213,"date":"2021-08-22T18:17:01","date_gmt":"2021-08-22T18:17:01","guid":{"rendered":"https:\/\/sunaonako.my.id\/?p=2213"},"modified":"2022-03-15T18:27:51","modified_gmt":"2022-03-15T18:27:51","slug":"belajar-dasar-audio-editing-dengan-izotope-rx-8-part-1-workspace-dan-workflow","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sunaonako.my.id\/blog\/belajar-dasar-audio-editing-dengan-izotope-rx-8-part-1-workspace-dan-workflow\/","title":{"rendered":"Tutorial Audio Editing Part 1: Workspace dan Workflow Izotope RX 8"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artikel ini membahas mendalam tool dan perangkat lunak audio digital untuk Editing dan Repair Audio. Setelah mencari-cari Software Audio Editing dan audio digital saya mencoba untuk menggunakan produk izotope rx 8 (versi advanced).  Pada Bagian ini kita akan membahas tidak hanya tools nya Izotope RX (sekarang sudah ada versi 9, tetapi workspace gak terlalu jauh dengan versi 8). Kita akan memahami cara menggunakan, penjelasan beberapa fitur dengan demo nya juga.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mengapa Audio Editing dan Audio Repairing memakai Izotope RX 8? Apa bedanya dengan software Audio Digital lain?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebenarnya Izotope punya banyak turunan software. Tapi kali ini saya memakai versi advanced karena mempunyai fitur yang jauh lebih lengkap dibandingkan versi elements dan standards. Mengapa saya memilih Izotope? Karena menurutku cukup ringan dan belajar Izotope mungkin mudah jika sewaktu-waktu ingin transisi ke DAW (Digital Audio Workstation) lain seperti audio director dan adobe audition. Karena workspacenya memang 11-12 mirip. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk perbandingannya bisa dilihat di sini :<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.izotope.com\/en\/products\/rx\/features.html#compare\">https:\/\/www.izotope.com\/en\/products\/rx\/features.html#compare<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk produk izotope lainnya yang gak tercatat seperti neutron ataupun ozone gak jadi pertimbangan karena main fokusnya bukan untuk editing dan meningkatkan kualitas audio recording.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebenarnya pernah nyoba audacity hanya saja workflownya agak kurang tertata dan UInya gak terlalu wah. Tapi memang ringan banget dan banyak konten kreator pakai, mungkin karena gratis ya. Walaupun banyak yang bilang Audacity worth paying quality but free, tapi memang dari akunya kurang terbiasa. Kalau ada yang pernah nyoba bisa komen reviewnya ya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><a href=\"#izotope-rx-workspace\" title=\"#izotope-rx-workspace\">Belajar Memahami workspace Izotope RX<\/a><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Cara load audio file<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Izotope RX menerima semua format audio, bahkan yang berformat video, akan diekstraks audionya secara otomatis, kamu tinggal. Membuka filenya simple:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">pada menu atas, pilih file lalu pilih open, atau bisa menekan ctrl + o atau cmd + o buat Mac.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><a href=\"#workflow-izotope-spectogram-waveform-view\" title=\"#workflow-izotope-spectogram-waveform-view\">Struktur work<\/a>space<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-style-default\"><img decoding=\"async\" width=\"984\" height=\"555\" src=\"https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image.png\" alt=\"Izotope  RX Audio Editing Workspace #!\" class=\"wp-image-2218\" srcset=\"https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image.png 984w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-300x169.png 300w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-768x433.png 768w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-360x203.png 360w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-545x307.png 545w\" sizes=\"(max-width: 984px) 100vw, 984px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertama kita lihat bagaimana izotope menampilkan audio dalam bentuk visual. Berbeda dengan adobe premiere atau digital video workstation lain dimana video yang diedit pasti punya bentuk visual, untuk audio, visualnya seperti gelombang. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sekarang perhatikan daerah yang dimark dengan nomor di gambar atas:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Merupakan overview dari audio secara keseluruhan file, di sini kita juga dapat melihat bagian mana audio yang sedang kita edit (akan ada blok putih sebagai penanda). Istilahnya ini buat menampilkan preview audio.<\/li><li> Nomor dua adalah display audio, untuk menampilkan waveform dan spectogram audio yang memang mirip=mirip seperti perpaduan dua gelombang merah dan hijau. Untuk bagian ini saya lebih suka menyebutnya <strong>audio monitor<\/strong> karena kita bisa melihat bentuk visual dari audio.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Mengenal Tools yang Tersedia di Izotope RX<\/h4>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-style-default\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"537\" src=\"https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-1-1024x537.png\" alt=\"Izotope  RX Audio Editing Workspace #2\" class=\"wp-image-2219\" srcset=\"https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-1-1024x537.png 1024w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-1-300x157.png 300w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-1-768x403.png 768w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-1-1536x806.png 1536w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-1-360x189.png 360w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-1-545x286.png 545w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-1-1600x839.png 1600w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-1.png 1920w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\"><p>1. Playback and transport control<br>Bekerja seperti transport control pada software audio editing pada umumnya. Selain play stop sound, disini juga ada feature play frequency<\/p><p> <\/p><cite>Pro Tips #1: Arahkan kursor ke salah satu tool dan tunggu 2-3 detik, dan lihat akan muncul nama tools<\/cite><\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">2. Zoom Tools<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seperti Namanya, ini buat ngezoom visual wavenya. Perlu diperhatikan, ketika kita memilih salah satu tool zoom, maka iconnya akan berwarna biru sebagai tanda kalau aktif. Untuk nonaktifkan tool bisa dengan klik lagi tool zoomnya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">3. Selection Tools<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini untuk menyeleksi aka memilih bagian dari audio, porsi yang bisa kita ambil gak hanya sebatas ngambil &#8220;Klip&#8221; audio tapi juga bekerja seperti editing photo pada photoshop. Seleksi berguna jika kita ingin memodif tidak keseluruhan audio.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">4. Module List Tools<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Isinya tools untuk memperbaiki, memodifikasi audio<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perhatikan Izotope RX kamu, coba mainkan file audionya. sadarkah kamu kalau setiap progress audionya ada mark kuning pada <strong>audio monitor<\/strong> yang ikut bergerak. Marking kuning ini menunjukan posisi suara berdasarkan timing.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika kita ngeplay  audio, kemudian beberapa saat kemudian kita pause, yellow marknya akan berganti di time terakhir (secara default). Caranya agar marknya kembali ditempat semula, klik menu <strong>transport <\/strong>lalu klik <strong>playhead follows playback <\/strong>untuk menghilangkan <strong>centang <\/strong>untuk <strong>disable feature<\/strong><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-group\"><div class=\"wp-block-group__inner-container is-layout-flow wp-block-group-is-layout-flow\"><\/div><\/div>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-style-default\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"637\" src=\"https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-5-1024x637.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-2223\" srcset=\"https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-5-1024x637.png 1024w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-5-300x187.png 300w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-5-768x478.png 768w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-5-360x224.png 360w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-5-545x339.png 545w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-5.png 1194w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><a href=\"#spectogram-dan-waveform-izotope\" title=\"#spectogram-dan-waveform-izotope\">Tampilan Audio Monitor, Gelombang merah dan biru itu maksudnya apa<\/a><a href=\"#spectogram-dan-waveform-izotope\" title=\"Makna Spectogram dan Waveform Izotope\">?<\/a><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Waveform (biru) <\/strong>adalah merepresentasikan gelombang audio dengan satuan db yang menampilkan seberapa bising atau lembut audio, semakin tinggi horizontalnya maka semakin keras suaranya. Waveform sangat membantu apabila bre ingin memodif audio berdasarkan timelinenya. Jadi semisal anda ingin memotong beberapa pembicaraan \u201ceeee\u201d, bre bisa seleksi wavefrom yang mempunyai kata eeee nya. Karena memang panjang gelombang waveform ini merepresentasikan waktu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Spectogram (orange) merepresentasikan frequency, semakin tinggi frekuensi (semakin tinggi y axis) maka frekuensi tersebut daoat dikategorikan tinggi. Sekarang kita akan eliminasi waveformnya. Lihat gambar dibawah dengan seksama.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-style-default\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"499\" src=\"https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-6-1024x499.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-2224\" srcset=\"https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-6-1024x499.png 1024w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-6-300x146.png 300w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-6-768x374.png 768w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-6-1536x749.png 1536w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-6-360x175.png 360w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-6-545x266.png 545w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-6-1600x780.png 1600w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-6.png 1711w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption>hover tombol lingkar di ujung kiri untuk filter view<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-style-default\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"476\" src=\"https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-7-1024x476.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-2225\" srcset=\"https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-7-1024x476.png 1024w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-7-300x140.png 300w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-7-768x357.png 768w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-7-1536x714.png 1536w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-7-360x167.png 360w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-7-545x253.png 545w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-7.png 1559w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semakin padat suatu suara atau kita sebut amplitudo, semakin terang warnanya. Dan sebaliknya, frekuensi yang paling jarang muncul akan berwarna lebih gelap. Pada gambar di atas merupakan frekuensi percakapan orang dimana kalau kita lihat frekuensi manusia berkisar 500 hz (rendah) maka dapat terlihat di bagian bawah sangat terang karena frekuensi rendah lebih dominan.<\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n[toc]\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><a href=\"#workflow-izotope-rx\" title=\"#workflow-izotope-rx\">Workflow Izotope RX<\/a><\/h2>\n\n\n<h3>Melakukan basic selection di Izotope RX<\/h3>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sama seperti editing audio atau video kebanyakan, untuk seleksi kita hanya perlu arahkan kursor ke posisi tertentu pada Audio Monitor klik dan drag ke kanan untuk melakukan seleksi basic. Silahkan buka <a href=\"#link-video\" title=\"#link-video\">link <\/a>dibawah.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-pullquote\" id=\"link-video\"><blockquote><p><a href=\"https:\/\/mega.nz\/folder\/vQ4QFBgI#UAkqptxe5BM4YzHgaMKUhQ\/folder\/zdhU3RZZ\">Download Latihan Izotope RX Audio <\/a><a href=\"https:\/\/mega.nz\/folder\/vQ4QFBgI#UAkqptxe5BM4YzHgaMKUhQ\/folder\/zdhU3RZZ\" title=\"link-video\">Editing<\/a><\/p><cite>semua video part 1 ada di folder bab 1, <strong>update<\/strong>: Semua Latihan disimpan dalam link diatas<\/cite><\/blockquote><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk postingan ini karena merupakan part 1, contoh videonya seluruhnya saya taruh di folder bab 1, basic selection ada pada video no 1.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk melakukan deselection (menghilangkan seleksi) bisa menggunakan shortcut ctrl + d untuk windows dan cmd + d untuk mac os. atau klik daerah audio monitor bebas dimanapun.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Audio Selection (advanced)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk memilih bagian dari audio, terdapat beberapa opsi selection tool sesuai kebutuhan. Selection bisa based time selection atau frequency. Untuk mengingatkan, letak selection tool, perhatikan gambar dibawah:<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image is-style-default\"><figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"311\" height=\"170\" src=\"https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-8.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-2227\" srcset=\"https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-8.png 311w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-8-300x164.png 300w\" sizes=\"(max-width: 311px) 100vw, 311px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\"><p>FYI, untuk tahu nama tiap tool di izotope rx 8 simple, tinggal arahkan kursor mouse ke tool terkait dan tunggu 2-3 detik.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Back to topic, saya akan jelaskan list selection tools :<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Time selection tool : adalah default selection ketika membuka izotope, time selection (ts) akan memilih seluruh porsi audio berdasarkan waktu. Opsi ini tidak memungkinkan untuk memilih frekuensi.<\/li><li>Time-frequency selection tool : Menyeleksi porsi audio berdasarkan waktu dan frekuensi. Bentuk seleksinya adalah kotak.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-style-default\"><img decoding=\"async\" width=\"583\" height=\"586\" src=\"https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-9.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-2228\" srcset=\"https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-9.png 583w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-9-298x300.png 298w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-9-150x150.png 150w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-9-360x362.png 360w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-9-545x548.png 545w\" sizes=\"(max-width: 583px) 100vw, 583px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"3\"><li>Frequency Selection : Memilih porsi berdasarkan frekuensi, berbeda dengan time selection yang menyeleksi bagian audio dengan cara drag kiri ke kanan, fs menyeleksi secara drag atas-bawah, seleksi ini bersifat timeless, yang berarti akan menyeleksi seluruh frekuensi audio.<br>Contoh case menggunakan tool ini, misal ingin menghapus suara kipas, karena kipas suaranya pasti stagnan. Gunakan tool ini untuk memilih frekuensi kipas di file audio.<\/li><li>Lasso Selection Tool : Turunan dari Time-frequency selection tool, tapi ini bentuknya custom sesuai selera. Caranya seperti menggambar menggunakan pensil. Tetapi pastikan membentuk shape 2 dimensi (selection tool gak akan menyeleksi kalau bentuk lasso nya berupa garis)<\/li><li>Brush Tool : Melakukan selection seperti kuas cat, kamu bisa mengatur tingkat ketebalan seleksi, dengan cara klik icon brush cukup lama sampai muncul slider.<\/li><li>Magic wand Tool : Secara otomatis memilih porsi yang similiar di sekitar area yang kamu klik.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">X. Select Harmonies : Feature khusus untuk opsi tool nomor 5 dan 6, akan otomatis memilah porsi visual yang mirip secara vertikal dengan seleksi yang kita buat. Bagaimana caranya? Lakukan seleksi dengan tool 5 atau 6 kemudian pilih tool harmonies dan centang box harmony yang ingin dipilih.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-style-default\"><img decoding=\"async\" width=\"465\" height=\"474\" src=\"https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-10.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-2229\" srcset=\"https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-10.png 465w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-10-294x300.png 294w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-10-360x367.png 360w\" sizes=\"(max-width: 465px) 100vw, 465px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\"><p>Tips 2: Jika ingin memindahkan seleksi, cukup arahkan kursor ke area seleksi dan tunggu hingga muncul gambar tangan, kemudian tinggal drag area ke bagian frekuensi yang diinginkan.<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"link-video\">Untuk melihat detail penggunaan tool nomor 4 dan 5, silahkan lihat video nomor 3 <strong>di link mega di atas<\/strong><\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n[toc]\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Audio Editing, File history dan menyimpan progress<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sekarang kita akan ngedit file dengan format audio stereo (bukan mono), kalian bisa lihat ada dua channel pada file ini. Pada ujung kiri workspace, ada 2 tab L (left) dan R (right)<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-style-default\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"475\" src=\"https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-11-1024x475.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-2230\" srcset=\"https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-11-1024x475.png 1024w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-11-300x139.png 300w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-11-768x356.png 768w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-11-1536x712.png 1536w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-11-360x167.png 360w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-11-545x253.png 545w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-11-1600x742.png 1600w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-11.png 1920w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di sini apabila kita melakukan seleksi satu channel, secara otomatis seleksi tersebut akan disalin ke channel satunya. Untuk melakukan editing satu channel saja, klik tab channel yang ingin diedit, otomatis channel satunya akan menjadi gelap dan di-disable (kalau ingin di enable tinggal klik lagi).<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-style-default\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"530\" src=\"https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-12-1024x530.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-2231\" srcset=\"https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-12-1024x530.png 1024w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-12-300x155.png 300w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-12-768x397.png 768w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-12-1536x795.png 1536w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-12-360x186.png 360w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-12-545x282.png 545w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-12-1600x828.png 1600w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-12.png 1625w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">A) Melakukan Seleksi pada bagian audio yang bermasalah<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lakukan seleksi dan pilih play, bisa play audio atau play frekuensi, tetapi untuk mendengar seleksi frekuensi apakah frekuensi tersebut yang &#8220;bermasalah&#8221; lebih akurat pakai play frequency.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-style-default\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"748\" src=\"https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-13-1024x748.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-2232\" srcset=\"https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-13-1024x748.png 1024w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-13-300x219.png 300w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-13-768x561.png 768w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-13-360x263.png 360w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-13-545x398.png 545w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-13.png 1078w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Letaknya di transport control, jika sudah srek dengan seleksi frekuensi, kita edit menggunakan tools yang berada di module list.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Audio Editing Repair dll dengan Module List Tools<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di sini saya coba eliminasi suara \u201clecet\u201d di detik ke 14. Saya pilih spectral repair module. Set strength 2.5 lalu pilih compare untuk menyimpan template setting <a href=\"#modif-audio\">spectral repair<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-style-default\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"444\" src=\"https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-14-1024x444.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-2233\" srcset=\"https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-14-1024x444.png 1024w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-14-300x130.png 300w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-14-768x333.png 768w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-14-360x156.png 360w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-14-545x236.png 545w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-14.png 1526w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk menambahkan komparasi baru, atur konfigurasi lagi lalu pilih compare, disini konfigurasi baru nya (gambar bawah), hanya saya rubah strengthnya jadi 3.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\"><p>Tips 3: Untuk preview hasil editing, selain menggunakan tombol preview pada compare settings, juga bisa di tombol play dan play frequency pada transport dan Control Tool<\/p><\/blockquote>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-style-default\"><img decoding=\"async\" width=\"953\" height=\"600\" src=\"https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-15.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-2234\" srcset=\"https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-15.png 953w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-15-300x189.png 300w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-15-768x484.png 768w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-15-360x227.png 360w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-15-545x343.png 545w\" sizes=\"(max-width: 953px) 100vw, 953px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"modif-audio\">Oh iya, perhatikan bagian yang diseleksi, ada perbedaan kan dibandingkan <strong>versi originalnya setelah kita modif?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk mengganti nama, klik dua kali pada nama yang dicompare<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-style-default\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-16-1024x576.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-2235\" srcset=\"https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-16-1024x576.png 1024w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-16-300x169.png 300w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-16-768x432.png 768w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-16-1536x864.png 1536w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-16-360x203.png 360w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-16-545x307.png 545w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-16-1600x900.png 1600w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-16.png 1920w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Disini strength 3 saya rasa sudah menghilangkan suara lecet audio. Sehingga saya pilih strength 3 lalu render<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-style-default\"><img decoding=\"async\" width=\"892\" height=\"399\" src=\"https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-17.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-2236\" srcset=\"https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-17.png 892w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-17-300x134.png 300w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-17-768x344.png 768w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-17-360x161.png 360w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-17-545x244.png 545w\" sizes=\"(max-width: 892px) 100vw, 892px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sudah terlanjur render, tapi hasil tidak memuaskan\u2026 sekarang cek history. Untuk kembali ke kondisi tertentu tinggal klik kondisi history pada state yang diinginkan untuk direcovery.<br>Agar menambah history saya tambahkan EQ, untuk \u201cmengubah volume audio\u201d.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-style-default\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"449\" src=\"https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-18-1024x449.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-2237\" srcset=\"https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-18-1024x449.png 1024w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-18-300x131.png 300w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-18-768x336.png 768w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-18-360x158.png 360w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-18-545x239.png 545w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-18.png 1315w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sekarang coba lihat di history file, disini ada tiga kondisi<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-style-default\"><img decoding=\"async\" width=\"1005\" height=\"570\" src=\"https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-19.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-2238\" srcset=\"https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-19.png 1005w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-19-300x170.png 300w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-19-768x436.png 768w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-19-360x204.png 360w, https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/image-19-545x309.png 545w\" sizes=\"(max-width: 1005px) 100vw, 1005px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semakin kebawah, semakin hasil modifikasi dari kondisi sebelumnya, misal histori EQ merupakan modifikasi setelah strength 3, yaitu audio yang telah kita hilangkan lecetnya, kita modifikasi volume audionya menggunakan EQ. Untuk berganti ke audio yang original (masih ada suara lecetnya). Kita cukup klik initial state saja. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tapi perlu diingat! Memodifikasi, misal history ke 2 akan memulai ulang dari awal dan menghapus history setelahnya, jadi history ke 3 akan direset dan histori 4, 5, dan seterusnya akan hilang.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Save Project<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cara untuk save project, pilih menu file -&gt; save rx project atau save rx project as. Untuk membuka dokumennya, cukup double klik saja file rxdoc.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hebatnya izotope, dia akan menyimpan file audio baru, kondisi workflow project. Data edit dalam satu dokumen dengan format ekstensi rxdoc. Jadi kalau kalian ingin mengedit audio di komputer lain, cukup salin rxdocnya ke pc lain, gak perlu nyalin file audionya juga.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk export audio, menuju file -&gt; export.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mungkin ini saja dulu untuk bagian pertama Tutorial Izotope RX9 untuk editing audio. sampai jumpa. Stay connected to catatan <a href=\"https:\/\/sunaonako.my.id\/blog\/tag\/izotope-rx\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\" title=\"https:\/\/sunaonako.my.id\/blog\/tag\/izotope-rx\/\">tutorial Izotope lainnya di tag ini<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel ini membahas mendalam tool dan perangkat lunak audio digital untuk Editing dan Repair Audio. Setelah mencari-cari Software Audio Editing dan audio digital saya mencoba untuk menggunakan produk izotope rx 8 (versi advanced). Pada Bagian ini kita akan membahas tidak hanya tools nya Izotope RX (sekarang sudah ada versi 9, tetapi workspace gak terlalu jauh&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2217,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[265],"tags":[269,267,270],"class_list":["post-2213","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-audio-editor","tag-audio-enhancement","tag-izotope-rx","tag-tutorial-audio-editing"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v23.8 (Yoast SEO v23.8) - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Belajar Dasar Audio Editing: Izotope RX Part 1 - Developer N<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Bagian pertama tutorial Audio Editing, mengenal workspace dan fitur-fitur essential Izotope RX 8 dan belajar workflow Izotope RX 8. Roadmap to be Konten Kreator\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/sunaonako.my.id\/blog\/belajar-dasar-audio-editing-dengan-izotope-rx-8-part-1-workspace-dan-workflow\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/sunaonako.my.id\/blog\/belajar-dasar-audio-editing-dengan-izotope-rx-8-part-1-workspace-dan-workflow\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tutorial Audio Editing Part 1: Workspace dan Workflow Izotope RX 8\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bagian pertama tutorial Audio Editing, mengenal workspace dan fitur-fitur essential Izotope RX 8 dan belajar workflow Izotope RX 8. Roadmap to be Konten Kreator\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/sunaonako.my.id\/blog\/belajar-dasar-audio-editing-dengan-izotope-rx-8-part-1-workspace-dan-workflow\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Hilarious Developer School\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-08-22T18:17:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-03-15T18:27:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/Nako-Channel-Art1.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1440\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"nakomin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"nakomin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":[\"Article\",\"BlogPosting\"],\"@id\":\"https:\/\/sunaonako.my.id\/blog\/belajar-dasar-audio-editing-dengan-izotope-rx-8-part-1-workspace-dan-workflow\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/sunaonako.my.id\/blog\/belajar-dasar-audio-editing-dengan-izotope-rx-8-part-1-workspace-dan-workflow\/\"},\"author\":{\"name\":\"nakomin\",\"@id\":\"https:\/\/sunaonako.my.id\/#\/schema\/person\/e35d0cb9128a86b66ec2ba6abacadd5a\"},\"headline\":\"Tutorial Audio Editing Part 1: Workspace dan Workflow Izotope RX 8\",\"datePublished\":\"2021-08-22T18:17:01+00:00\",\"dateModified\":\"2022-03-15T18:27:51+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/sunaonako.my.id\/blog\/belajar-dasar-audio-editing-dengan-izotope-rx-8-part-1-workspace-dan-workflow\/\"},\"wordCount\":1664,\"commentCount\":2,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/sunaonako.my.id\/#\/schema\/person\/e35d0cb9128a86b66ec2ba6abacadd5a\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/sunaonako.my.id\/blog\/belajar-dasar-audio-editing-dengan-izotope-rx-8-part-1-workspace-dan-workflow\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/Nako-Channel-Art1.png\",\"keywords\":[\"audio enhancement\",\"izotope rx\",\"tutorial audio editing\"],\"articleSection\":[\"Audio Editor\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/sunaonako.my.id\/blog\/belajar-dasar-audio-editing-dengan-izotope-rx-8-part-1-workspace-dan-workflow\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/sunaonako.my.id\/blog\/belajar-dasar-audio-editing-dengan-izotope-rx-8-part-1-workspace-dan-workflow\/\",\"url\":\"https:\/\/sunaonako.my.id\/blog\/belajar-dasar-audio-editing-dengan-izotope-rx-8-part-1-workspace-dan-workflow\/\",\"name\":\"Belajar Dasar Audio Editing: Izotope RX Part 1 - Developer N\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/sunaonako.my.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/sunaonako.my.id\/blog\/belajar-dasar-audio-editing-dengan-izotope-rx-8-part-1-workspace-dan-workflow\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/sunaonako.my.id\/blog\/belajar-dasar-audio-editing-dengan-izotope-rx-8-part-1-workspace-dan-workflow\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/Nako-Channel-Art1.png\",\"datePublished\":\"2021-08-22T18:17:01+00:00\",\"dateModified\":\"2022-03-15T18:27:51+00:00\",\"description\":\"Bagian pertama tutorial Audio Editing, mengenal workspace dan fitur-fitur essential Izotope RX 8 dan belajar workflow Izotope RX 8. Roadmap to be Konten Kreator\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/sunaonako.my.id\/blog\/belajar-dasar-audio-editing-dengan-izotope-rx-8-part-1-workspace-dan-workflow\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/sunaonako.my.id\/blog\/belajar-dasar-audio-editing-dengan-izotope-rx-8-part-1-workspace-dan-workflow\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/Nako-Channel-Art1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/Nako-Channel-Art1.png\",\"width\":2560,\"height\":1440,\"caption\":\"Audio Editing dan Repair dengan Izotope RX\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/sunaonako.my.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/sunaonako.my.id\/\",\"name\":\"Hilarious Developer School\",\"description\":\"Catatan Developer tentang Kurikulum Dunia Modern\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/sunaonako.my.id\/#\/schema\/person\/e35d0cb9128a86b66ec2ba6abacadd5a\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/sunaonako.my.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":[\"Person\",\"Organization\"],\"@id\":\"https:\/\/sunaonako.my.id\/#\/schema\/person\/e35d0cb9128a86b66ec2ba6abacadd5a\",\"name\":\"nakomin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/sunaonako.my.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/cdn.sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/07\/Minimalist-Letter-Initial-Logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn.sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/07\/Minimalist-Letter-Initial-Logo.png\",\"width\":\"250\",\"height\":\"250\",\"caption\":\"nakomin\"},\"logo\":{\"@id\":\"https:\/\/sunaonako.my.id\/#\/schema\/person\/image\/\"},\"description\":\"Believe at the heart of BNRS Here you will find content about developers needs whether it\u2019s coding tutorials or the lifestyle of employee in the IT circle, understanding of the realm of ui\/ux and futuristic tech for free in one place. Don\u2019t forget to follow the nakotek socials to give the author enthusiasm in pioneering this website. #wahahaforever\",\"sameAs\":[\"https:\/\/sunaonako.my.id\"],\"url\":\"https:\/\/sunaonako.my.id\/tomodachi\/nakomin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Belajar Dasar Audio Editing: Izotope RX Part 1 - Developer N","description":"Bagian pertama tutorial Audio Editing, mengenal workspace dan fitur-fitur essential Izotope RX 8 dan belajar workflow Izotope RX 8. Roadmap to be Konten Kreator","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/sunaonako.my.id\/blog\/belajar-dasar-audio-editing-dengan-izotope-rx-8-part-1-workspace-dan-workflow\/","next":"https:\/\/sunaonako.my.id\/blog\/belajar-dasar-audio-editing-dengan-izotope-rx-8-part-1-workspace-dan-workflow\/2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Tutorial Audio Editing Part 1: Workspace dan Workflow Izotope RX 8","og_description":"Bagian pertama tutorial Audio Editing, mengenal workspace dan fitur-fitur essential Izotope RX 8 dan belajar workflow Izotope RX 8. Roadmap to be Konten Kreator","og_url":"https:\/\/sunaonako.my.id\/blog\/belajar-dasar-audio-editing-dengan-izotope-rx-8-part-1-workspace-dan-workflow\/","og_site_name":"Hilarious Developer School","article_published_time":"2021-08-22T18:17:01+00:00","article_modified_time":"2022-03-15T18:27:51+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1440,"url":"https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/Nako-Channel-Art1.png","type":"image\/png"}],"author":"nakomin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"nakomin","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":["Article","BlogPosting"],"@id":"https:\/\/sunaonako.my.id\/blog\/belajar-dasar-audio-editing-dengan-izotope-rx-8-part-1-workspace-dan-workflow\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/sunaonako.my.id\/blog\/belajar-dasar-audio-editing-dengan-izotope-rx-8-part-1-workspace-dan-workflow\/"},"author":{"name":"nakomin","@id":"https:\/\/sunaonako.my.id\/#\/schema\/person\/e35d0cb9128a86b66ec2ba6abacadd5a"},"headline":"Tutorial Audio Editing Part 1: Workspace dan Workflow Izotope RX 8","datePublished":"2021-08-22T18:17:01+00:00","dateModified":"2022-03-15T18:27:51+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/sunaonako.my.id\/blog\/belajar-dasar-audio-editing-dengan-izotope-rx-8-part-1-workspace-dan-workflow\/"},"wordCount":1664,"commentCount":2,"publisher":{"@id":"https:\/\/sunaonako.my.id\/#\/schema\/person\/e35d0cb9128a86b66ec2ba6abacadd5a"},"image":{"@id":"https:\/\/sunaonako.my.id\/blog\/belajar-dasar-audio-editing-dengan-izotope-rx-8-part-1-workspace-dan-workflow\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/Nako-Channel-Art1.png","keywords":["audio enhancement","izotope rx","tutorial audio editing"],"articleSection":["Audio Editor"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/sunaonako.my.id\/blog\/belajar-dasar-audio-editing-dengan-izotope-rx-8-part-1-workspace-dan-workflow\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/sunaonako.my.id\/blog\/belajar-dasar-audio-editing-dengan-izotope-rx-8-part-1-workspace-dan-workflow\/","url":"https:\/\/sunaonako.my.id\/blog\/belajar-dasar-audio-editing-dengan-izotope-rx-8-part-1-workspace-dan-workflow\/","name":"Belajar Dasar Audio Editing: Izotope RX Part 1 - Developer N","isPartOf":{"@id":"https:\/\/sunaonako.my.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/sunaonako.my.id\/blog\/belajar-dasar-audio-editing-dengan-izotope-rx-8-part-1-workspace-dan-workflow\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/sunaonako.my.id\/blog\/belajar-dasar-audio-editing-dengan-izotope-rx-8-part-1-workspace-dan-workflow\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/Nako-Channel-Art1.png","datePublished":"2021-08-22T18:17:01+00:00","dateModified":"2022-03-15T18:27:51+00:00","description":"Bagian pertama tutorial Audio Editing, mengenal workspace dan fitur-fitur essential Izotope RX 8 dan belajar workflow Izotope RX 8. Roadmap to be Konten Kreator","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/sunaonako.my.id\/blog\/belajar-dasar-audio-editing-dengan-izotope-rx-8-part-1-workspace-dan-workflow\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/sunaonako.my.id\/blog\/belajar-dasar-audio-editing-dengan-izotope-rx-8-part-1-workspace-dan-workflow\/#primaryimage","url":"https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/Nako-Channel-Art1.png","contentUrl":"https:\/\/sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/08\/Nako-Channel-Art1.png","width":2560,"height":1440,"caption":"Audio Editing dan Repair dengan Izotope RX"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/sunaonako.my.id\/#website","url":"https:\/\/sunaonako.my.id\/","name":"Hilarious Developer School","description":"Catatan Developer tentang Kurikulum Dunia Modern","publisher":{"@id":"https:\/\/sunaonako.my.id\/#\/schema\/person\/e35d0cb9128a86b66ec2ba6abacadd5a"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/sunaonako.my.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":["Person","Organization"],"@id":"https:\/\/sunaonako.my.id\/#\/schema\/person\/e35d0cb9128a86b66ec2ba6abacadd5a","name":"nakomin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/sunaonako.my.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/cdn.sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/07\/Minimalist-Letter-Initial-Logo.png","contentUrl":"https:\/\/cdn.sunaonako.my.id\/aruuploads\/2021\/07\/Minimalist-Letter-Initial-Logo.png","width":"250","height":"250","caption":"nakomin"},"logo":{"@id":"https:\/\/sunaonako.my.id\/#\/schema\/person\/image\/"},"description":"Believe at the heart of BNRS Here you will find content about developers needs whether it\u2019s coding tutorials or the lifestyle of employee in the IT circle, understanding of the realm of ui\/ux and futuristic tech for free in one place. Don\u2019t forget to follow the nakotek socials to give the author enthusiasm in pioneering this website. #wahahaforever","sameAs":["https:\/\/sunaonako.my.id"],"url":"https:\/\/sunaonako.my.id\/tomodachi\/nakomin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sunaonako.my.id\/apps-api\/wp\/v2\/posts\/2213","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sunaonako.my.id\/apps-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sunaonako.my.id\/apps-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sunaonako.my.id\/apps-api\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sunaonako.my.id\/apps-api\/wp\/v2\/comments?post=2213"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/sunaonako.my.id\/apps-api\/wp\/v2\/posts\/2213\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sunaonako.my.id\/apps-api\/wp\/v2\/media\/2217"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sunaonako.my.id\/apps-api\/wp\/v2\/media?parent=2213"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sunaonako.my.id\/apps-api\/wp\/v2\/categories?post=2213"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sunaonako.my.id\/apps-api\/wp\/v2\/tags?post=2213"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}